Minggu, 28 Desember 2014

Liputan6 : RSS2 Feed

Liputan6 : RSS2 Feed


Ini Kata Dokter Penerbangan Soal Ketahanan Penumpang Air Asia

Posted: 28 Dec 2014 09:11 PM PST

Setelah hilang kontak Minggu (28/12/2014) pagi, pencarian pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 kembali dilanjutkan hari Senin ini. Harapan korban selamat pun turut disampaikan oleh warga di media sosial. Lantas, seperti apakah kemungkinan yang terjadi di lapangan?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan dr Soemardoko Tjokrowidigdo SpM, SpKP menanggapi bahwa pesawat yang membawa 155 penumpang tersebut, kemungkinan keselamatannya tergantung dari kebocoran di kabin pesawat.

"Pantauan saya, ketinggian jelajah terakhir FL. 360 ( 36.000 kaki) dan minta persetujuan untuk naik ke FL. 380 (38.000 kaki) oleh karena di depan pesawat terlihat ada awan Commulonimbus yang sangat berbahaya. Tetapi ingat pesawat tersebut mempunyai 'Pressurize Cabin' dan `cabin altitute` yang diset antara 5.000 - 8.000 kaki. Jadi masih dalam zona fisiologis," katanya saat diwawancarai Health-Liputan6.com, Senin (29/12/2014)

Untuk menghindari awan berbahaya tersebut, Soemardoko mengatakan, apabila tidak terjadi kebocoran atau istilah teknis 'dekompresi' penumpang dalam kabin, maka penumpang masih aman. Namun, bila terjadi kebocoran akan terjadi proses penyamaan tekanan yang sangat tergantung pada besar kecilnya kebocoran.

"Apabila terjadi kebocoran kecil, efek terhadap keselamatan lebih ringan dibanding bila kebocoran besar. Berikutnya seperti standar keamanan pesawat A-320.200 akan jatuh masker O2 (Oksigen) yang dapat dipakai untuk para Penumpang. Kalau hanya dari sisi ini masih aman untuk penumpang selama beberapa saat," ujarnya.

Tetapi yang perlu diingat, ketinggan FL 380 termasuk ketinggian yang sangat berbahaya mengingat pressurize kabin rusak dan masker Oksigen hanya type 'continuos flow' sehingga pesawat itu harus turun ke ketinggian lebih rendah (bila memungkinkan sampai ketinggian 10.000 kaki), supaya seluruh penumpang aman.

Sebelumnya, pesawat AirAsia yang hilang kontak adalah tipe Airbus A320 dengan nomor registrasi PK-AXC. Pesawat tersebut berangkat dari Surabaya pukul 05.20 pagi dan sampai di Singapura seharusnya pukul 08.30 waktu setempat atau pukul 07.30 WIB.

Ki Joko Bodo: Pesawat Air Asia Masuk Portal Gaib

Posted: 28 Dec 2014 09:10 PM PST

Sejak pesawat Air Asia dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura dinyatakan hilang pada Minggu (28/12/2014), hingga kini bangkainya belum juga ditemukan. Dan menurut penglihatan supranatural Ki Joko Bodo, burung besi berisi 162 penumpang berada di laut wilayah Pulau Belitung.

Nama daerahnya saya nggak tahu. Tetapi yang jelas ada di dekat pulau Belitung," ungkap Ki Joko Bodo, saat dihubungi Liputan6.com melalui telepon, Senin (29/12/2014).

Diakui Ki Joko Bodo, tim pencari memang kesulitan menemukan pesawat tersebut karena tertutup hal gaib. Di mana, ada sebuah pintu gerbang menuju alam gaib.

"Jika dilihat dari sisi spiritual, pesawat itu hilang karena masuk ke dunia gaib. Di dasar laut sana ada sebuah portal atau jembatan antara dunia nyata dan gaib," tandas Ki Joko Bodo.

Pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 terakhir kali terlacak pada pukul 06.17 WIB di antara Tanjung Pandan dan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (28/12/2014). Menurut Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo pesawat berangkat dari Surabaya pada pukul 05.36 WIB dengan ketinggian 32 ribu kaki atau flight level plan 320.(Fac/Mer)

 

Seperti Inilah Bentuk LIft Jaman Komunisme Dulu

Posted: 28 Dec 2014 09:06 PM PST

Bagaimana cara Anda berpindah lantai di gedung tertinggi dengan cara yang cepat dan mudah? Lift atau elevator adalah jawabannya. Bahkan, lift di jaman sekarang dirancang tak hanya bisa berpindah dengan cepat dan nyaman, namun juga cantik dan enak dipandang. Namun, seperti apakah elevator atau lift di jaman awal perancangannya? Video ini menunjukkan lift tanpa pintu atau paternoster di Praha sebagai bagian peninggalan era komunisme di pertengahan abad 20, dimana lift pertama kali dirancang.

Langkah Baru Badan SAR Kota Surabaya Cari AirAsia QZ8501

Posted: 28 Dec 2014 09:03 PM PST

Kepala Badan SAR Kota Surabaya Hernanto akan membuat titik koordinat lain yang tidak jauh dari lokasi tempat terakhir pesawat AirAsia hilang kontak di Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/12/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)

9 Cara Tetap Sehat Selama Berlibur

Posted: 28 Dec 2014 09:01 PM PST

Selama berlibur, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membuat hati dan tubuh menjadi lebih senang. Mulai dari mengonsumsi makanan ringan sambil menonton acara di televisi, pergi mengunjungi satu tempat yang tidak sempat untuk dikunjungi, atau berkumpul bersama teman sambil melakukan hal-hal yang disenangi.

Tapi, kita tidak ingin sakit usai berlibur, bukan? Maka itu, ada beberapa hal yang harus selalu diingat dan diperhatikan selama berlibur, seperti disampaikan Ari Fahrial Syam, MD. PhD, FACP, Division of Gastroenterology, Departement of Internal Medicine, University of Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima Health-Liputan6.com pada Senin (29/12/2014)

1. Makanan yang manis-manis atau terlalu asin

2. Makanan berlemak tinggi, termasuk cokelat, keju, dan daging merah

3. Makanan yang mengandung kolesterol seperti seafood.

4. Makanan mengandung purin tinggi seperti jeroan

5. Minuman yang mengandung soda, kafein, dan cokelat

6. Tetap berolahraga apa pun bentuk dan jenisnya selama berlibur, dan usahakan melakukan aktivitas gerak seperti jalan kaki selama 30 menit setiap hari, agar kita tetap bugar dan sehat.

7. Mengonsumsi air yang cukup

8. Sampai 10 gelas per hari

9. Selain itu, selama liburan juga harus mengantisipasi cuaca yang tidak bersahabat. Seperti menyediakan baju dingin, sweater, harus tetap dibawa ketika sedang berlibur.

Untuk makanan yang asin dan berlemak, kita dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi keripik kentang pedas yang memiliki tingkatan kepedasan yang berbeda-beda.

Ari, mengatakan, keripik pedas merupakan camilan favorit yang kerap disantap ketika sedang bersantai. Padahal, keripik super pedas dapat menjadi pencetus terjadinya gangguan pencernaan. Maka itu, beberapa pasien yang datang setelah mengonsumsi keripik pedas tersebut mengalami gangguan pencernaan.

"Mereka biasanya mengalami rasa perih dan panas di daerah ulu hati setelah mengonsumsi keripik pedas dengan level tertentu tersebut," kata Ari.

"Pada pasien yang kebetulan sudah menderita ambeien akan merasakan duburnya terasa panas setelah mengonsumsi kripik pedas tersebut," kata Ari menambahkan.

7 Resep Sederhana Ini Bikin Motor Perkasa Terjang Hujan

Posted: 28 Dec 2014 09:00 PM PST

Hujan yang mengguyur kawasan Jakarta pada Sabtu (27/12) lalu membuat sejumlah wilayah tergenang air. Kondisi ini pun membuat para pengendara khususnya pemotor untuk memiliki strategi khusus.

Tak cuma harus tahu betul bagaimana teknik menerabas genangan, para pemilik sepeda motor pun harus menyiapkan persiapan khusus agar motor bandel di kondisi hujan.

Setidaknya, ada tujuh resep untuk membuat performa motor Anda untuk bisa dihandalkan. Lebih jelasnya, berikut tipsnya!

1. Bersihkan Motor

Tak bisa dipungkiri, laju motor akan lebih enak dan enteng apabila roda dua dalam kondisi kinclong alias bersih. Namun ketika hujan mengguyur, otomatis sejumlah komponen utama tertutup tanah dan lumpur.

Secara tak langsung, kondisi motor yang kotor  membuat pengendara tidak nyaman. Karena itu, ada baiknya jika Anda selalu menjaga penampilan roda dua Anda, meskipun hanya mengguyur dan membersihkan bagian-bagian tertentu.

Di samping agar menjaga tampilan tetap kinclong, membersihkan dan mengeringkan sejumlah komponen di motor juga mencegah timbulnya korosi.

2. Rantai motor

Komponen ini rawan bermasalah ketika sering mengendarai motor di tengah guyuran hujan. Sebab, air hujan yang bersifat asam kerap menimbulkan karat.

Selain itu, sepeda motor yang kerap kali menerabas lubang ketika musim hujan membuat kondisi rantai cepat kendur. Karenanya, kencangkan rantai sesuai dengan standar dan bila perlu lumasi dengan cairan khusus pada komponen ini.

3. Ban

Sebelum masuk musim penghujan, komponen ini sebaiknya terlebih dahulu diperiksa. Bila tapak ban sudah gundul ada baiknya diganti dengan yang baru. Pastikan pula tekanan angin pada ban sudah sesuai standar.

4. Saringan udara

Udara merupakan unsur penting dalam proses pembakaran di ruang bakar mesin. Bila saingan udara basah, otomatis proses pembakaran akan terganggu bahkan bisa menyebabkan motor mogok.

Klik laman berikutnya!

Next!

5. Knalpot

Nah, bagi Anda warga Ibukota yang kerap menerabah banjir. Air yang bercampur kotoroan kerap kali masuk ke dalam knalpot. Hal ini bisa mengakibatkan leher knalpot akan termakan korosi dan keropos.

Pastikan Anda mencuci bersih komponen knalpot setelah menerabas banjir. Pastikan kondisi mesin sudah dalam keadaan dingin sebelum dicuci. Setelah bersih panasi motor selama lima menit.

6. Kanvas rem

Ada baiknya, mendatangi bengkel terdekat untuk sekadar mengecek kondisi kanvas rem sangat disarankan. Apabila kondisinya sudah tidak baik, Anda perlu mengganti komponen ini.

7. Busi

Komponen ini memiliki fungsi vital dalam proses pengapian. Busi acapkali ngadat ketika dibawa melintas genangan air yang cukup tinggi. Karena itu, ada baiknya Anda membawa busi cadangan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada motor Anda.

Ariel 'NOAH' Akan Nikahi Sophia Latjuba Tahun Depan?

Posted: 28 Dec 2014 09:00 PM PST

Muncul kabar kalau Ariel 'NOAH' akan segera menyusul langkah sahabatnya, David Albert yang baru saja menikah dengan Gracia Indri. Bersama Sophia Latjuba, Ariel 'NOAH' santer digosipkan menikah tahun depan.

Saat dikonfirmasi kepada sahabat Ariel yang juga personel band NOAH, Lukman, ia mengatakan kalau informasi seputar pernikahan Ariel 'NOAH' dan Sophia Latjuba belum diketahui secara pasti.

"Saya nggak tahu ya kalau untuk itu (pernikahan Ariel 'NOAH' dan Sophia Latjuba)," ucap Lukman saat ditemui di Club Deruzzi, Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/12/2014) malam.

Lukman beserta para personel NOAH menyerahkan urusan pernikahan Ariel dan Sophia Latjuba kepada keduanya. Yang pasti, para personel NOAH mendukung rencana Ariel untuk menikahi Sophia Latjuba.

"Support ya pasti. Apapun keputusan dia yang terbaik akan kita dukung," papar Lukman.

Sementara itu, Ariel 'NOAH' dan Sophia Latjuba kompak tak memberikan jawaban saat ditanya perihal kabar rencana pernikahan mereka. Keduanya hanya sanggup melempar senyum.

"Kalau itu (pernikahan) nanti ya, kita lihat nanti saja," jawab Ariel 'NOAH' singkat.(Gie/Mer)

Kapal Canggih Baruna Jaya IV Dikerahkan Cari AirAsia

Posted: 28 Dec 2014 09:00 PM PST

Pencarian pesawat Air Asia yang hilang kontak sejak hari Minggu kemarin terus dilakukan. Berbagai pihak ikut ambil bagian untuk membantu menemukan pesawat yang mengangkut 162 orang penumpang dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura itu.

Salah satu pihak yang telah mengumumkan akan ikut aktif mencari keberadaan pesawat yang hilang tersebut ialah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Lembaga negara itu akan menerjunkan kapal canggih miliknya yang bernama Kapal Baruna Jaya IV.

Kapal Baruna Jaya IV BPPT diklaim sebagai kapal yang dilengkapi teknologi yang sangat canggih. Kapal canggih milik BPPT itu juga disebutkan sangat handal dalam pencarian hingga ke dasar laut. Kapal Baruna diakui terbukti pernah membantu menemukan kapal maupun pesawat yang hilang.

Soal teknologi, kapal Baruna Jaya telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung mutakhir seperti peralatan sensor Multi Beam Echo Sounder dan Side Scan Sonnar yang bekerja seperti radar untuk mendeteksi objek yang dilewati di dasar laut.



"Kapal dilengkapi instrumen-instrumen yang bisa menangkap tanda yang dikeluarkan dari pesawat bukan hanya di permukaan laut namun juga hingga ke dasar lautan," kata Menteri Koordinator Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo melalui keterangan resminya, Senin (29/12/2014).

Sejarah mencatat, Baruna Jaya IV pernah diterjunkan dalam pencarian KM Gurita yang tenggelam di Sabang pada tahun 1996, menemukan Boeing 737 Adam Air yang tenggelam di Selat Makassar di tahun 2007 dan menemukan KM Bahuga Jaya di Selat Sunda pada tahun 2012.

Adapun pesawat AirAsia yang dinyatakan hilang kontak sejak kemarin memiliki nomor penerbangan QZ8501 dengan tipe Airbus A320-200 PK-AXC, yang diterbangkan oleh Kapten Iriyanto dan Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin, yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad.

Pesawat AirAsia QZ8501 itu mengangkut 155 penumpang dan 7 awak yang terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan ‎1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan.

(den/dew)

Kaleidoskop Bisnis Oktober: Menteri Susi, Bintang Kabinet Jokowi

Posted: 28 Dec 2014 08:59 PM PST

Pesona Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kian memikat hati masyarakat. Tak heran, wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat pada 15 Januari 1965 tersebut menjadi menteri paling populer di pemerintah Jokowi-JK.

Bak Selebriti seluruh tingkah polah Susi menjadi pusat perhatian. Mulai dari kehidupan pribadinya, gayanya yang nyentrik, hingga gebrakan-gebrakannya yang cukup fenomenal.

Hasil survei terbaru dari Cyrus Network yang dirilis 21 Desember silam menunjukkan popularitas Susi mengalahkan 33 menteri lainnya yang ada di kabinet Kerja Jokowi-JK. Termasuk berhasil mengungguli Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa serta Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan.

Ketenaran Menteri Susi bahkan diakui Presiden Joko Widodo. Saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), orang nomor satu di Indonesia itu menceritakan betapapopulernya Susi. Bahkan Pria yang akrab disapa Jokowi ini selalu diteriaki 'Bu Susi' saat melakukan blusukan ke sejumlah daerah.

Susi memang berbeda dengan menteri kebanyakan. Jika menteri-menteri yang lain adalah lulusan sarjana, bahkan hingga perguruan tinggi luar negeri, Susi hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Namun jangan salah, Ibu tiga anak ini merupakan salah satu pengusaha yang suksesdi Tanah Air. Kesuksesan Susi terlihat dari puluhan pesawat yang dia miliki dari berbagai jenis seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter, dan Piaggio P180 Avanti.

Susi mengawali karir sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya berkembang kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan pada PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan lobster bermerk Susi Brand. Pasarnya, pun berkembang hingga luar negeri seperti Asia dan Amerika.

Berkembangnya pasar produk ini pun membuatnya mau tak mau membutuhkan sarana transportasi sehingga produk yang dibawa dalam keadaan segar. Akhirnya muncullah pemikiran untuk membeli sebuah pesawat pengangkut yang kemudian melatarbelakangi berdiri PT ASI Pudjiastuti Aviation dan berkembang hingga saat ini.

Jadi Menteri Bukan Untuk Kaya

 Jadi Menteri Bukan Untuk Kaya

Meski jabatan menteri merupakan jabatan yang sangat bergengsi, namun ternyata gaji menjadi menteri jauh lebih kecil dari pendapatan pemilik perusahaan.

Setidaknya hal itu yang dialami oleh Susi.  Menurutnya, gajinya sebagai menteri hanya sebesar 1 persen dari pendapatan yang diterimanya sebagai pemiliki maskapai perintis, Susi Air.

"Asal tahu saja, gaji saya sebagai menteri itu cuma 1 persennya dari gaji saya di perusahaan saya," kata Susi dengan nada bercanda di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan pada 30 Oktober lalu.

Susi mengungkapkan, dengan gaji yang besar di perusahaannya, dirinya bisa lebih santai dalam bekerja dibandingkan menjadi menteri. Untuk itu, dia menegaskan dirinya mengambil tawaran menjadi menteri bukan untuk menjadi kaya dan hebat.

Alasan utama dirinya menerima tawaran dari Presiden Jokowi yaitu ingin membawa sektor perikan dan kelautan Indonesia menjadi lebih baik.

Pengalamannya sebagai pengusaha di bidang perikanan selama 33 tahun bakal menjadi modal besar untuk memimpin KKP dalam lima tahun ke depan. Berbekal pengalamannya, Susi berjanji akan membawa Kementerian Kelautan dan Perikanan ke arah yang lebih baik.

Menurut dia, Indonesia mesti menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mandiri secara ekonomi. Pasalnya, potensi Indonesia sangat besar mengingat 70 persen wilayah Indonesia berupa laut. Bahkan, menurutnya luasnya lima kali lebih besar daripada Thailand.

Sayangnya, potensi tersebut tak tergarap secara optimal. Hal itu karena angka ekspor di sektor perikanan di bawah dari Thailand dan Malaysia.

Agar bisa fokus mencapai target, Susi bahkan rela mundur dari posisinya sebagai Presdir Susi Air setelah namanya diumumkan masuk kabinet kerja pada 26 Oktober lalu.

Jawab Kritik Lewat Kinerja

Jawab Kritik Lewat Kinerja

Tak peduli dengan pandangan masyarakat, Susi justru ingin menunjukkan kinerjanya. Susi yang terkenal  tegas dan pekerja keras langsung bergerak cepat.

Sejumlah kebijakan dikeluarkan seperti larangan illegal fishing, moratorium izin kapal baru, larangan bongkar muat kapal di tengah laut (transhipment) sampai tindakan tegas seperti penenggelaman kapal pencuri ikan di laut Indonesia.

Susi mengingatkan kepada kapal asing untuk tidak lagi berani memasuki perairan Indonesia tanpa izin. Meski belum bisa berbuat banyak untuk menindaknya, namun menurut dia pemerintah sebenarnya sudah tahu keberadaan kapal-kapal tersebut.

Ancaman Susi bukanlah omong kosong belaka. Pada awal Desember lalu,  [3 kapal asing ilegal ](2142633 "") asal Vietnam ditenggelamkan di perairan Tanjung Pedas, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Aksi tegas atas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan Indonesia telah mendorong produksi ikan di dalam negeri naik. Hasilnya, harga ikan di Indonesia saat ini jauh lebih murah dibanding sebelumnya.

Tindakan ini juga membuat pasokan ikan berkurang sehingga harga ikan di Singapura dan Malaysia yang mulai terkerek naik. Ini Berarti keuntungan buat eksportir Indonesia untuk bisa ekspor ikan segar. (Ndw)

4 Beda Misteri MH370 dan AirAsia QZ8501

Posted: 28 Dec 2014 08:57 PM PST

Untuk kali ketiganya di tahun 2004, pesawat maskapai Malaysia mengalami celaka saat mengangkasa. Minggu pagi 28 Desember 2014 pukul 06.17 WIB, AirAsia Indonesia QZ8501 hilang dalam penerbangan jarak pendek dari Surabaya menuju Singapura. Hingga berita ini diturunkan kapal terbang itu belum diketahui keberadaannya, pun dengan nasib 162 orang yang ada di dalamnya.

Tak ada sinyal darurat (distress call) atau ELT (Emergency Locator Transmitter) yang dipancarkan, tak ada puing ditemukan. Tiada petunjuk, hanya ada perairan luas untuk disisir, dan beragam tanda tanya besar.

Sejauh ini, kisah AirAsia Penerbangan QZ8501 mirip dengan apa yang terjadi dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang lenyap sejak 10 bulan lalu, dalam penerbangan Kuala Lumpur menuju Beijing, China.

Namun, belakangan diumumkan kapal terbang itu berakhir di Samudera Hindia sebelah selatan, dekat Australia. Kasus itu menjadi salah satu misteri terbesar dunia penerbangan sepanjang sejarah.

Namun, sejumlah pengamat berpendapat 2 insiden tersebut berbeda. Berikut 4 beda tragedi Malaysia Airlines MH370 dan AirAsia QZ8501 seperti Liputan6.com kutip sebagian dari CNN, Senin (29/12/2014).

Faktor Mencurigakan


1. Faktor Mencurigakan

Ada sejumlah hal mencurigakan saat MH370 hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada 8 Maret 2014.

Salah satunya, transponder yang diduga sengaja dimatikan. Salah satu pilot, atau siapapun yang ada dalam kabin saat itu memutuskan transmisi radio.

Tak hanya itu, MH370 secara misterius melenceng jauh dari rute seharusnya, sebelum mengudara selama 4 jam sebelum lenyap tanpa jejak.

Boeing 777-200 ER nahas itu diduga dioperasikan secara autopilot dari busur pertama -- sesaat setelah MH370 berbelok ke selatan melewati ujung Pulau Sumatera hingga busur ketujuh di selatan Hindia Belanda -- yang dianggap lokasi paling mungkin di mana MH370 kehabisan bahan bakar dan membanting badannya ke samudera.

Dugaan pembajakan maupun teror mengemuka dalam kasus MH370, namun sejauh ini, tak ada hal aneh yang ditemukan di kasus AirAsia.

"Dalam kasus AirAsia, komunikasi terjadi secara wajar dengan pilot, terkait cuaca yang terlihat sulit ditembus, parah. Sang penerbang meminta naik ke ketinggian di mana ia bisa mengindarinya," kata Peter Goelz, pakar penerbangan sekaligus pejabat National Transportation Safety Board.

Pilot AirAsia sempat minta naik ke ketinggian 38 ribu kaki dan bergeser sebelah kiri untuk menghindari awan.

Laut Versus Samudera

2. Dalamnya Lautan

Malaysia Airlines MH370 diyakini berakhir di dasar laut Samudera Hindia sebelah selatan. Area pencarian MH370 meliputi dasar laut di dan sekitar Broken Ridge (Ambang Patah), yakni gugusan gunung api bawah laut yang yang pernah menjadi batas dua lempeng geologi.

Kedua lempeng menyebar terpisah antara 20 dan 100 juta tahun yang lalu, dengan proses yang sama seperti yang ditemukan saat ini di Mid-Atlantic Ridge -- yang membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. Tak seluruhnya telah dipetakan.

Sementara, untuk kasus AirAsia, pesawat tersebut diduga hilang di kawasan antara Pulau Belitung dan Tanjung Pandan, Kalimantan. Lautan di sana relatif lebih dangkal, dalamnya 'hanya' beberapa ratus kaki dan lebih sering dilalui.

Analis memperkirakan, pencarian AirAsia QZ8501 lebih mudah daripada MH370.

Kesiapan Pemerintah dan Maskapai

3. Pelajaran Berharga

Beberapa jam setelah Malaysia Airlines MH370 lenyap Maret lalu, kebingungan melanda. Para pejabat Malaysia mengeluarkan informasi yang saling tumpang tindih, saling bertolak belakang, keluarga korban mengeluhkan perlakuan yang mereka terima.

Sementara, untuk kasus AirAsia, pemerintah dan pihak maskapai lebih siap. Pihak keluarga ditempatkan dalam ruangan khusus, disediakan akomodasi dan konsumsi, alamat serta nomor telepon mereka didata. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bahkan memerintahkan aparatnya untuk menjaga rumah korban, terutama kediaman keluarga yang seluruh anggotanya ada dalam pesawat nahas itu.

Informasi juga diberikan dengan jelas, konferensi pers diadakan tiap jam, untuk mengabarkan perkembangan pencarian, baik dari Bandara Juanda Sidoarjo maupun dari Jakarta.

CEO AirAsia Tony Fernandes langsung mengungkapkan keprihatinan dan simpatinya lewat Twitter beberapa saat setelah kecelakaan. Tak hanya memerintahkan bawahannya untuk menangani situasi, ia langsung datang ke Indonesia untuk memantau kondisi.

"Dalam kasus AirAsia, pihak pemerintah dan maskapai sejalan. Mereka mengutamakan pihak keluarga," kata Peter Goelz.

Pencarian juga dilakukan secara lebih efisien. Para pejabat Indonesia secara cepat membentuk rencana pencarian, menggunakan kapal Angkatan Laut. Dibantu oleh Singapura, Malaysia, dan Australia.

Tragedi Adam Air, Sukhoi di Gunung Salak, dan lainnya...Indonesia lebih berpengalaman menangani bencana.

Keyakinan

4. Keyakinan

Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 rute Surabaya-Singapura melakukan kontak terakhir dengan menara kontrol di atas Tanjung Kelumpang, Belitung Timur.

Dengan informasi tersebut, dengan lokasi perkirakan yang lebih sempit dari MH370, serta lautan dan relatif dangkal, mantan Direktur kantor investigasi kecelakaan penerbangan (Office of Accident Investigations) Badan Penerbangan AS (Federal Aviation Administration) yakin, AirAsia QZ8501 akan segera ditemukan.

"Tak mengejutkan bagi saya jika pesawat yang hilang itu (AirAsia), misalnya, akan ditemukan 12 jam kemudian di siang hari. Sebab, ada keyakinan tinggi di lokasi mana ia diperkirakan berada. Kedalaman laut hanya sekitar 150 kaki, jauh berbeda dari 10.000 sampai 20.000 kaki di Samudera Hindia, di mana MH370 raib." (Ein/Riz)

Tidak ada komentar: